Pemerintah Dorong Work From Mall
Perkuat Konsumsi dan UMKM
| "Melalui konsep Work From Anywhere, khususnya Work From Mall, mal diarahkan tidak hanya menjadi tempat transaksi ritel." |
fragmenilmiah.com - Pemerintah memperkuat strategi menjaga pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan konsumsi domestik, pariwisata, dan ekonomi digital.
Salah satu langkahnya ialah memaksimalkan fungsi pusat perbelanjaan sebagai ruang produktif bagi aktivitas ekonomi.
Melalui konsep Work From Anywhere, khususnya Work From Mall, mal diarahkan tidak hanya menjadi tempat transaksi ritel, tetapi juga ruang kerja alternatif.
Skema ini diharapkan mendorong produktivitas pekerja ekonomi digital dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto menilai program belanja nasional menjadi pengungkit utama pergerakan ekonomi.
Diskon besar dan insentif belanja dinilai efektif meningkatkan konsumsi masyarakat.
“Kalau kita lihat, tadi seluruh penjualan di setiap toko ada diskonnya sampai dengan 50%, bahkan ada yang tambah 25% lagi, plus cashback lagi 10%.
Jadi, itulah yang didorong, agar terjadi pertumbuhan ekonomi, belanja masyarakat bisa meningkat.
Hampir di semua mal itu rame dan mudah-mudahan acara ini bisa berjalan dengan lancar dan akan mendorong kegiatan ekonomi,” ujar Airlangga.
Program Belanja di Indonesia Saja yang digagas Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) ditargetkan mencetak transaksi Rp30 triliun hingga awal Januari 2025.
Secara keseluruhan, pemerintah membidik perputaran belanja akhir tahun melampaui Rp110 triliun.
Selain konsumsi, keterlibatan UMKM di pusat perbelanjaan dinilai memperkuat pertumbuhan ekonomi inklusif.
Kehadiran produk lokal di ritel modern membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk bagi UMKM daerah.
Dari sisi pariwisata, wisata belanja diposisikan sebagai daya tarik wisatawan mancanegara.
Sepanjang tahun ini, kunjungan wisatawan asing tercatat menembus 15 juta orang, tertinggi pascapandemi.
Ke depan, Work From Mall akan dikembangkan bertahap di 15 provinsi dengan dukungan pemerintah daerah dan perusahaan teknologi.
Konsep ini memanfaatkan fasilitas mal seperti jaringan internet, listrik, dan layanan penunjang bagi pekerja ekonomi digital.
“Sekali lagi, mall bukan hanya tempat berbelanja, tetapi bisa dimanfaatkan juga untuk kegiatan ekonomi atau bekerja. Nah, kita sekarang sedang mendorong kegiatan ekonomi gig dan ini akan disiapkan anggarannya juga oleh Pemda DKI. Kita akan kerja di 15 provinsi dan akan didukung oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang IT. Sehingga kalau yang bergerak di gig ekonomi butuhnya charger laptop, wifi, dan kopi. Nah, itu semuanya ada di mall,” pungkas Airlangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar