• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Privacy Policy

CARI TOPIK

Sindikat Love Scamming Berbasis AI Dibongkar, 27 WNA Tiongkok dan Vietnam Diamankan

 

Sindikat Love Scamming Berbasis AI Dibongkar

27 WNA Tiongkok dan Vietnam Diamankan

"Kejahatan siber lintas negara bermodus pemerasan cinta atau love scamming yang memanfaatkan kecerdasan buatan akhirnya rontok di tangan intelijen keimigrasian."


fragmenilmiah - Kejahatan siber lintas negara bermodus pemerasan cinta atau love scamming yang memanfaatkan kecerdasan buatan akhirnya rontok di tangan intelijen keimigrasian. 

Terhitung sejak operasi pertama pada 8 Januari 2026 di kawasan Gading Serpong, Direktorat Jenderal Imigrasi berhasil meringkus 27 warga negara asing yang kedapatan menjalankan bisnis haram pemerasan daring.

Jaringan ini diketahui mengincar korban melalui media sosial dengan bantuan aplikasi kecerdasan buatan untuk menjerat mangsanya sebelum diperas hingga miliaran rupiah.

Ruang gerak komplotan siber internasional di Tangerang resmi berakhir. 



Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil profiling panjang terhadap lokasi yang dicurigai sebagai sarang penipuan. 

Operasi senyap dimulai pada 8 Januari 2026, di mana tim Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) menciduk 13 warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan satu warga negara Vietnam di sebuah rumah di Gading Serpong.

"Di sana, tim kami mengamankan 14 orang asing saat sedang melakukan aktivitas mencurigakan," ujar Yuldi Yusman. 

Modus yang digunakan cukup canggih; mereka menggunakan bantuan kecerdasan buatan bernama Hello GPT agar percakapan dengan korban terlihat natural dan meyakinkan. 



Setelah korban terpikat, pelaku mengirim foto asusila dan merekam panggilan video korban untuk dijadikan alat pemerasan (blackmail).

Pengejaran tidak berhenti di satu titik. Pada 10 Januari 2026, petugas bergerak ke apartemen di BSD dan kawasan Curug Sangereng untuk menciduk sisa anggota sindikat, termasuk seorang WN Tiongkok berinisial MX yang telah overstay 137 hari. 

Operasi berlanjut hingga 16 Januari 2026 dengan penangkapan empat orang tambahan di Gading Serpong.

Penyelidikan mengungkap sindikat ini dikendalikan bos besar berinisial ZK dengan pendanaan langsung dari Tiongkok melalui penyandang dana berinisial ZH.



Kini, total 27 warga negara asing (WNA) tersebut telah dijebloskan ke ruang detensi Direktorat Jenderal Imigrasi. 

Tak hanya itu, Imigrasi telah mengantongi 105 nama warga negara Tiongkok lainnya yang masuk dalam daftar Subject of Interest karena diduga kuat berkaitan dengan jaringan ini. 

Dua di antaranya bahkan terciduk saat mencoba kabur melalui bandara. Yuldi menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi warga asing yang menjadikan Indonesia sebagai markas kejahatan transnasional.

"Direktorat Jenderal Imigrasi akan terus melakukan pengawasan ketat. Kami tidak akan mentolerir aktivitas yang melanggar hukum dan mengancam keamanan masyarakat," tegas Yuldi Yusman menutup keterangannya.

Sindikat Love Scamming Berbasis AI Dibongkar, 27 WNA Tiongkok dan Vietnam Diamankan 4.5 5 Majam-Topik Terhitung sejak operasi pertama pada 8 Januari 2026 di kawasan Gading Serpong, Direktorat Jenderal Imigrasi berhasil meringkus 27 warga negara asing y Sindikat Love Scamming Berbasis AI Dibongkar 27 WNA Tiongkok dan Vietnam Diamankan "Kejahatan siber lintas negara bermodus pemerasan ci...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

J-Theme